Criminal Violations of the Medical Ethics Code by Dr. Bimanesh

Naomi Jesica Hartanto, Arlene Agustina, Klarika Permana
Abstract Views : 74 | PDF Downloads : 9

Abstract


The relationship between doctors and patients is no longer seen as a mere relationship of trust, the relationship has been seen as a contractual relationship. The relationship between doctor and patient is an agreement known as a therapeutic transaction. Doctors as members of professions that devote their knowledge to the public interest have freedom and independence-oriented to human values in accordance with the medical code of ethics. The medical code of ethics is regulated in the Indonesian Medical Ethics Code (KODEKI). The doctor's profession is required to work professionally and uphold the Code of Medical Ethics in carrying out his profession. However, there are some doctors who do not do their profession professionally. One of them, the case of Doctor Bimanesh Sutarjo allegedly cooperating to falsify Setya Novato's suspect to the hospital to be hospitalized with medical data that was allegedly manipulated in such a way as to avoid calls and checks by KPK investigators. Therefore, the authors are interested in writing this journal so that we understand better about the violations and law enforcement against KODEKI violations.

Keywords: Indonesian Medical Ethics Code (KODEKI), doctors, Doctor Bimanesh


Full Text:

PDF

References


A, Purwadianto. (2008). Pedoman organisasi dan tata laksana kerja Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. Jakarta: Majelis Kehormatan Etika Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia.

Chrisdiono M, Achadiat. (2004). Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran Dalam Tantangan Zaman. Jakarta: EGC

Darwin, Eryati dan Hardisman. (2012). Etika Profesi Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish

Hanafiah, M. Jusuf dan Amir. (2007). Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC

Hariyani, Safitri. Sengketa Medik: Alternatif penyelesaian Perselisihan antara Dokter dengan Pasien.

Ikatan Dokter Indonesia. (2008). Pedoman Organisasi Dan Tatalaksana Kerja Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

Isfandyarie, Anny. (2006). Tanggungjawab Hukum dan Sanksi Bagi Dokter. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Isfandyarie, Anny. (2011). Tanggung Jawab Hukum dan Sanksi bagi Dokter. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Marianti, Ninik. (1988). Malpraktik Kedokteran dari Segi Hukum Pidana dan Perdata. Jakarta: Bina Aksara.

Mertokusumo, Sudikno. (2005). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.

Notoatmodjo, Soedikno. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Purwadianto A. (2008). Pedoman organisasi dan tata laksana kerja Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

Soetrisno. (2010). Malpraktek Medik Dan Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa. Tangerang: Telaga Ilmu Indonesia

Asep Sukohar dan Novita Carolia, “Peran Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) dalam Pencegahan dan Penyelesaian Malpraktek Kedokteran”, Juke Jurnal Kedokteran, 1 (2), (2016).

Anna Rozaliyan et al. “Prinsip Penetapan Sanksi bagi Pelanggaran Kode Etik Kedokteran”. Jurnal Kode Etik Kedokteran, 2 (1), (2018), https://doi.org/10.26880/jeki.v2i1.11

Haryanto Njoto, “Pertanggungjawaban Dokter dan Rumah Sakit Akibat Tindakan Medis yang Merugikan Dalam Perspektif UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit”. DiH Jurnal Ilmu Hukum, 7 (14), (2011).

Julius Pelafu, “Pelaksanaan Penegakkan Kode Etik Kedokteran”. Lex Crimen, 4 (3), (2015).

Juwita Suma, “Tanggung Jawab Hukum Dan Etika Kesehatan”, Jurnal Legalitas, 2 (3), (2009).

Sandy Vatar Simanjuntak, “Pertanggungjawaban Pidana Oleh Dokter Yang Melakukan Tindakan Malpraktek”, University of Pasundan Thesis, (2015).

Sapta Aprilianto, “Peran Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) terhadap Dugaan Kelalaian Medis Dokter”, Yuridika, 30 (3), (2015).

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. Diterjemahkan oleh Subekti dan R. Tjitrosudibio.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431).

Ari Nursanti. “Ini Kronologi Dugaan Persengkongkolan Dokter dan Mantan Pengacara Setya Novanto”. http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2018/01/10/ini-kronologi-dugaan-persekongkolan-dokter-dan-mantan-pengacara-setya-novanto, diakses pada tanggal 29 Agustus 2018 pukul 13.45.




DOI: https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v12no4.1378

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum (ISSN Online: 2477-6238 | ISSN Print: 1978-5186) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.