Redesign of Constitutional Ethics For State Administrator Based on The Value of Pancasila

Muhtadi Muhtadi, Indra Perwira
Abstract Views : 70 | PDF Downloads : 5

Abstract


A constitution is a collective agreement as the foundation and goal to be achieved in the state. Therefore, the constitution not only regulates the fundamental rules of the state but also contains the ethical values that serve as the guiding of the state administrator. However, the spreading of violations of law such as corruption, abuse of authority that ends in the imposition of sanctions justifies the occurrence of incompatibility between the values of the constitutional principle as a reflection of the soul of the nation with the moral obligation of state administrator to implement the values. Using a doctrinal approach, data will be analyzed through the original intent of interpretation, grammatical and systematic law is expected to formulate a new model of constitutional ethics for state administrator based on the value of “Pancasila.” Based on the study of moral and constitutional philosophy with the law interpretation method can be concluded that the ethical values in the 1945 Constitution requires that state administrator base their deeds on the moral deity who respects the values of human civilization as Indonesian citizens, and humans in general with the priority of Indonesian unity above all interests and classes in order to achieve the ideals of social justice based on a deliberate-oriented on the great goal of Indonesian independence. To achieve this intention, the formation of ethical standards of the administrator in the constitutional norms through the amendment of the 1945 Constitution which then set a further law which is general and contains normative sanctions.

 

Keywords: Redesign, Constitutional Ethics, State Administrator


Full Text:

PDF

References


Arto, A.Mukti. (2001). Konsepsi Ideal MA; Redefenisi Peran dan Fungsi Mahkamah Agung Untuk Membangun Indonesia Baru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Asshiddiqie, Jimly. (1994). Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve

Asshiddiqie, Jimly. (2006). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Asshiddiqie, Jimly. (2014). Peradilan Etik dan Etika Konstitusi: Prespektif baru tentang ‘Rule of Law and Rule of Ethics’ & Constitutional law and constitutional Ethics’. Jakarta: Sinar Grafika

Bagir Manan dan Susi Dwi Harijanti. (2014). Memahami Konstitusi: Makna dan Aktualisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Bagir Manan dan Susi Dwi Harjanti. (2014). Memahami Konstitusi: Makna dan Aktualisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Brugink, JJ. H. (2015). Refleksi tentang Hukum: Pengertian-pengertian Dasar dalam Teori Hukum, (alih bahasa B. Arief Shidarta). Bandung: Citra Aditya

C.S.T. Kansil dan Christine T. Kansil. (1995). Pokok-pokok Etika Profesi Hukum. Jakarta: Pradnya Paramitha.

Darji Darmodihardjo dan Sidharta. (1995). Pokok-pokok Filsafat Hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Dimyati, Khudzaifah. (2014). Pemikiran Hukum: Konstruksi Epsitemologis Berbasis Budaya Hukum Indonesia. Yogryakarta: Gentha Publishing

Dworkin, Ronald. (1997). Freedom’s Law: The Moral Reading of the America Constitution. Cambridge, MA: Harvard University Press

Erwin, Muhammad. (2012). Filsafat Hukum: Refleksi Kritis terhadap Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Fu’ad Farid Ismail dan Abdu l Hamid Muatawalli. (2012). Cara Mudah Belajar Filsafat (Barat dan Islam). Yogyakarta: IRCiSoD

Graham, Gordon. (2015). Teori-teori Moral. Bandung: Nusa Media

Haryatmono. (2014). Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: Kompas

Herman Soewardi dan Herman Soewardi. (2005). Roda Berputar Dunia Bergulir : Kognisi Baru tentang Timbul Tenggelamnya Sivilisasi, Bandung: Bakti Mandiri

Kalianda, Karlie Hanafie. (2012). Moralitas danPerdailan Ditinjau dari Ilmu Hukum, dalam Sinta Dewi, Irawati Handayani dan Prita Amalia (Editor), Perkembangan Hukum di Indonesia: Tinjauan Retrospeksi dan Prospektif, Bandung: Remaja Rosdakarya dan Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Univ. Padjadjaran,

Kumorotomo, Wahyudi. (2014). Etika Administrasi Negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Lili Rasjidi dan Ira Thani Rasjidi. (2012). Pengantar Filsafat Hukum. Bandung: Mandar Maju

Mahendra, Yusril Ihza. (1996) Dinamika Tata Negara Indonesia: Kompilasi Aktual Masalah Konstitusi, Dewan Perwakilan Rakyat dan Sistem Kepartaian. Jakarta: Gema Insani Press

Moh. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim. (1983). Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta: Pusat Studi HTN FH UI

Muhammad, Abdul Kadir. (1997). Etika Profesi Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti

Murtiningsih, Wahyu. (2014). Para Filsuf dari Plato sampai Ibnu Bajjah. Yogyakarta: IRCiSoD

Oxford Dictionary of Law. Fifth Edition. (2003). London: Oxford University Press.

Pokja Laporan Tahunan MARI, Laporan Tahunan 2015 Mahkamah Agung Republik Indonesia, (Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2016)

Soemantri M, Sri. (2006). Prosedur dan Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi. Bandung: Alumni

Strong, CF. (1963). A History of Modern Political Constitution: An Introduction to The Comparative Study of Their History and Existing Form. New York: G.P. Putnam’s Sons.

Syahuri, Taufiqurrahman. (2006). Hukum Konstitusi; Proses dan Prosedur Perubahan UUD di Indonesia 1945-2002 Serta Perbandingannya Dengan Konstitusi Negara Lain Di Dunia. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia

The Liang Gie. (1986). Etika Administrasi Pemerintahan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Tim Penyusun Laporan Tahunan KPK 2015. (2016). Laporan Tahunan 2015 Menolak Surut. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi

Tim Penyusun Revisi. (2010). Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002, Buku III Jilid 1 dan Jilid 2, Lembaga Permusyawaratan Perwakilan. Jakarta: Sekretariat Jenderal MKRI

Tim Penyusun Revisi. (2010). Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002, Buku IV Jilid 1 dan Jilid 2, Kekuasaan Pemerintahan Negara. Jakarta: Sekretariat Jenderal MKRI

Tim Penyusun Revisi. (2010). Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002, Buku V Pemilihan Umum. Jakarta: Sekretariat Jenderal MKRI

Tim Penyusun Revisi. (2010). Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002, Buku VI, kekuasaan Kehakiman. Jakarta: Sekretariat Jenderal MKRI

Wheare, K.C. (1975), Modern Constitutions, London: Oxford Univeristy

Yovita A. Mangesti, dan Bernard L. Tanya. (2014). Moralitas Hukum. Yogyakarata: Gentha Publishing

Malik, “Perppu Pengawasan Hakim MK Versus Putusan Final MK”, Jurnal Konstitusi, 10 (4), (2013)

Manan, Bagir. (2006). Hubungan Ketatanegaraan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi dengan Komisi Yudisial (Suatu Pertanyaan?). Varia Peradilan Majalah Hukum Tahun ke XXI Number 244. Jakarta: IKAHI

Manan, Bagir. (2015). UUD 1945-Asli, UUD 1945-Baru atau UUD 2002. Varia Peradilan Majalah Hukum Tahun ke XXX. Number 351. Jakarta: IKAHI

Undang-Undang Dasar 1945.




DOI: https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v12no2.940

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum (ISSN Online: 2477-6238 | ISSN Print: 1978-5186) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.