EFEKTIVITAS PELAKSANAAN STUDI BANDING DPRD KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH

Yohanes Hendrico Tomson

Sari


Upaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam penyusunan Perda dilaksanakan dengan pengumpulan data mengenai Perda yang akan disusun, langkah yang ditempuh di antaranya adalah dengan melakukan studi banding atau kunjungan kerja pada daerah (kabupaten/ kota atau provinsi) lain, yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan Perda yang akan disusun tersebut.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah efektivitas pelaksanaan studi banding DPRD Kota Bandar Lampung dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah? (2) Bagaimanakah hasil pelaksanaan studi banding DPRD Kota Bandar Lampung dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah?

Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan dan selanjutnya dianalisis secara yuridis kualitatif.

Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan: (1) Pelaksanaan studi banding DPRD Kota Bandar Lampung merupakan kegiatan yang tidak efektif dalam proses Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah,  karena tujuan studi banding untuk mengumpulkan informasi dan materi dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui fasilitas internet, telekonferensi yang lebih tepat, cepat, dan murah, tanpa harus melakukan studi banding. (2) Hasil pelaksanaan studi banding DPRD Kota Bandar Lampung belum signifikan dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, karena DPRD belum memenuhi akuntabilitas dan manfaat yang jelas bagi masyarakat atas hasil studi banding yang dilaksanakan. Tidak ada sistem pelaporan hasil studi banding secara transparan dan akuntabel, sehingga hasil studi banding tidak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. 

Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dalam penyusunan rancangan Perda hendaknya mengoptimalkan fungsi staf ahli DPRD sebagai akses masuk informasi atau pengetahuan yang akan dijadikan sebagai sumber informasi tentang rancangan Perda (2) DPRD disarankan untuk menempuh cara lain dalam pengumpulan informasi rancangan Perda, yaitu dengan berkonsultasi dan mendatangkan pakar yang telah membuat Perda sebelumnya atau orang yang berkompeten terkait dengan materi Perda yang akan dibahas.


Teks Lengkap:

Yohanes Hendrico Tomson

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.