PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENYEBARAN BERITA BOHONG (HOAX)

Ilham Panunggal Jati Darwin, Diah Gustiniati, Dona Raisa Monica
Sari Views : 126 | PDF Downloads : 239

Sari


Berita bohong atau (Hoax) adalah berita yang di manipulasi, dikurangi atau di tambahkan untuk mengaburkan makna sebenarnya dari sebuah informasi dan berita, berita bohong semakin menyebar dan kian meresahkan masyarakat karena sulit nya mengidentifikasi kebenaran berita itu. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini yaitu: Bagaimanakah peran Kepolisian dalam penyidikan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) ? dan apakah faktor penghambat dari penyidikan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax)? Metode penilitian yang digunakan adalah pendekatan secara yuridis normatif dan empiris, sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran yang di lakukan oleh Kepolisian Polda Lampung dalam penyidikan sesuai dengan perananan normatif yaitu sesuai dengan undang-undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002, Kepolisian juga melakukan peranan faktual (factual role) yaitu dengan menerima laporan, mengumpulkan bukti permulaan serta melakukan penyidikan, selain itu juga melakukan peranan ideal nya (ideal role), yakni dengan melakukan cyber patrol, Sedangkan faktor penghambat dari penyidikan  ini adalah faktor hukum nya sendiri, kemudian faktor sarana yang belum memadai, faktor masyarakat yang ketergantungan dengan media sosial, serta faktor kebudayaan yakni  masyarakat yang mudah men-sharing tanpa menyaring terlebih dahulu. Saran yang dapat penulis berikan yaitu Polisi dapat bertindak lebih aktif dalam menerima laporan masyarakat serta meng-upgrade sarana dan prasarana yang di butuhkan.

Kata Kunci: Peran Kepolisian; penyidikan ; berita bohong (hoax)


DAFTAR PUSTAKA


 Buku

Andrisman Tri,2009,Hukum Pidana,Unila, Bandar Lampung.   

Ali Zainuddin,2011,Metode Penelitian Hukum,Sinar Grafika, Jakarta.

Chazawi Adami,2011,Tindak Pidana dan Transaksi Elektronik, penerbit media nusantara, Malang.

, 2012,Tindak Pidana Teknologi Informasi (Cybercrime),Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wahid Abdul,2005, Kejahatan Mayantara (Cyber Crime),Refika Aditama, Malang.


Undang-Undang

Republik indonesia.2008.Undang-Undang  No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.Lembaran Negara RI Tahun 2008,No.58.Sekertariat Negara.Jakarta.

Republik indonesia.2008.Undang-Undang  No.19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik.Lembaran Negara RI Tahun 2016,No.251.Sekertariat Negara.Jakarta

Republik indonesia.2002.Undang-Undang  No.02 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.Lembaran  Negara RI Tahun 2002,No.02.Sekertariat Negara.Jakarta

 

Website

Kapolri Pastikan Isu Penculikan Anak yang Dijual Organ Tubuh nya Hoax, http://www.jawapos.com/read/2017/03/22/117847/kapolri-pastikan-isu-penculikan-anak-yang dijual-organ-tubuhnya-hoax ditulis oleh Yusuf Asyari, dikutip pada tanggal 05 mei 2017 pada pukul 22.00 wib

Beredar Hoax Penculik Anak Gelandangan Nyaris Tewas, http://regional.liputan6.com/read/2878821/beredar-hoax-penculikan-anak-gelandangan-disiksa-nyaris-tewas, ditulis oleh Fajar Nugroho,  dikutip  pada 13 september 2017 pada pukul 21: 00 wib

Menghadapi Berita Hoax, Kapolda Lampung Bentuk Cyber Crime Community, http://poskotanews.com/2017/05/04/hadapi-berita-hoax-kapolda-lampung-bentuk-cyber-police-comunity/ ditulis oleh Koesma, dikutip pada 13 september 2017 pada pukul 21: 27 wib

Penegakan UU ITE Lemah Transaksi Elektronik Menghawatirkan, https://www.timesindonesia.co.id/read/105637/20151009/181431/penerapan-uu-ite-lemah-transaksi-elektronik-mengkhawatirkan/ ditulis oleh Hari Istiawan dikutip pada tanggal 14 september 2017 pukul 02:31 wib

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_surat_kabar_Indonesia di tulis oleh admin wikipedia pada tanggal 12 september 2017 pukul 8:49 wib

 

No. HP 082281956435



Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.