UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (CURAT) TERHADAP MITRA OJEK ONLINE

Ilham Arrasyid, Eko Raharjo, Budi Rizki Husin
Sari Views : 19 | PDF Downloads : 13

Sari


Perkembangan dan operasionalisasi ojek online berdampak pada benturan dengan ojek pangkalan, yang mengarah pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online. Oleh karena itu Kepolisian menindaklanjuti adanya tindak pidana tersebut dengan melaksanakan upaya penanggulangan tindak pidana sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenangnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah upaya kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online?  Apakah faktor penghambat upaya kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online? Pendekatan masalah yang digunakan adalah yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Narasumber penelitian terdiri dari Penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, pengemudi ojek online dan ojek pangkalan serta dosen Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Unila. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan: Upaya penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap mitra ojek online di Kota Bandar Lampung dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung melalui sarana non penal dan penal. Upaya non penal dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran polmas dan melaksanakan patroli pada titik-titik kerawanan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online. Upaya penal dilaksanakan dengan penyidikan sebagai upaya penyidik Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang untuk mencari dan mengumpulkan bukti tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap mitra ojek online yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya untuk selanjutnya dilakukan proses penuntutan dan persidangan terhadap pelaku dalam sistem peradilan pidana. Faktor paling dominan yang menjadi penghambat upaya penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online adalah faktor aparat penegak hukum, yaitu secara kuantitas masih terbatasnya jumlah penyidik dan secara kualitas masih belum optimalnya taktik dan teknik penyidikan guna penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap mitra ojek online.

Kata Kunci: Upaya Kepolisian, Pencurian dengan Pemberatan, Ojek Online

 

DAFTAR PUSTAKA

Muhammad, Abdulkadir. 2000.  Hukum Perdata Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Nawawi Arief, Barda. 2001. Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Citra Aditya Bakti, Bandung,

Soekanto, Soerjono. 1983. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Rineka Cipta, Jakarta.

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5648cbcfc6ad2/perlindungan-hukum-bagi-driver-ojek-online

https://news.okezone.com/play/2017/10/28/1/104656/detik-detik-keributan-ojek-online-dengan-opang-di-bandar-lampung.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.