PERAN KRIMINALISTIK DALAM BANTUAN PENGUNGKAPAN PERKARA PEMBUNUHAN DENGAN PEMBERATAN (STUDI PUTUSAN NOMOR: 1306/Pid.B/2015/PN.Tjk).

DWI ANINDYA OVILASTISA

Sari


Kriminalistik merupakan ilmu bantu yang digunakan penyidik untuk menyelidiki/mengusut kejahatan dalam arti seluas-luasnya berdasarkan bukti-bukti dan keterangan-keterangan dengan mempergunakan hasil yang diketemukan oleh ilmu pengetahuan lainnya. Peran kriminalistik sangat penting dalam membantu pengungkapan suatu perkara, yaitu perkara pembunuhan dalam kriminalistik dikenal dengan ilmu kedokteran forensik. Ilmu kedokteran forensik inilah yang digunakan oleh penyidik untuk mengungkap suatu perkara yaitu dengan dilakukannya visum et repertum. Keterangan visum et repertum merupakan alat bukti yang sah yang digunakan dalam proses peradilan sebagai dasar dalam pertimbangan putusan hakim. Permasalahan dalam tulisan ini adalah. Bagaimana peran kriminalistik dalam membantu pengungkapan perkara pembunuhan dengan pemberatan. Apa faktor penghambat kriminalistik dalam membantu pengungkapan perkara pembunuhan dengan pemberatan. Tujuan dan kegunaan penulisan skripsi ini adalah Untuk mengetahui peran kriminalistik dalam membantu pengungkapan perkara pembunuhan dengan pemberatan dan Untuk mengetahui faktor penghambat kriminalistik dalam membantu pengungkapan perkara pembunuhan dengan pemberatan. Pendekatan penelitian yaitu pendekatan Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Dalam pendekatan ini maka digunakan data primer dan data sekunder yang masing-masing bersumber atau diperoleh dari lapangan dan kepustakaan. Untuk data primer dikumpulkan dengan wawancara langsung dengan penyidik polda lampung, hakim pn tanjung karang, jaksa kejari bandar lampung, dan dosen fakultas hukum universitas lampung. sedangkan data sekunder dengan cara menelusuri literatur-literatur atau bahan pustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut bahwa Peran kriminalistik dalam membantu pengungkapan perkara pembunuhan dengan pemberatan adalah dilakukannya visum et repertum. visum et repertum diajukan oleh penyidik kepada ahli kedokteran. Hasil visum et repertum sangat berguna untuk proses peradilan karena visum et repertum merupakan alat bukti, yang termasuk dalam alat bukti surat. Hambatan-hambatan yang dihadapi kriminalistik diantaranya,faktor sarana dan prasarana yg belum memadai, masih banyak masyarakat yang enggan untuk di jadikan saksi dan apabila ada salah satu anggota keluarga mereka yang terkena musibah, pihak keluarga enggan untuk di adakannya pemeriksaan terhadap mayat keluarga mereka.

Kata Kunci :Peran kriminalistik, Bantuan, Pengungkapan


Daftar Pustaka

Chainur Arrasjid. 2000 Dasar-Dasar Ilmu Hukum., Sinar Grafika. Jakarta

Firganefi dan Ahmad Irzal Fardiansyah. 2014. Hukum dan Kriminalistik. Bandar Lampung: Justice Publisher

SoekantoSoerjono . 2002. Sosiologi Suatu Pengantar.Rajawali Press. Jakarta.

SoekantoSoerjono. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum.RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Andrisman Tri. 2011. Delik tertentu dalam KUHP. Bandar Lampung: Universitas Lampung



Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.