Vertical Conflict on Sea Sand Mining Activities in Lampung; Law Enforcement and Sociological Approach

DOI:

https://doi.org/10.25041/aelr.v3i2.2681

Abstract

The inadequate enforcement of laws related to marine sand mining in Lampung Province leads to significant issues, including high social conflict, damage to environmental ecosystems, and potential ecological disasters. Moreover, the overlap in the allocation of permits complicates the management of coastal areas and small islands. This article aims to analyze law enforcement against marine sand mining activities that conflict with the community in Lampung Province, using a normative empirical approach and qualitative analysis model, with inputs from WALHI’s Irfan Tri Musri and several miners. The research finds that effective law enforcement must encompass law formulation, application, and execution stages and emphasizes the need for robust prevention efforts through optimal use of monitoring and licensing instruments. Additionally, the proper implementation of Lampung Province Regulation Number 1 of 2018, concerning Zoning Plans for Coastal Areas and Small Islands, is vital as it addresses community interests effectively. The most significant barriers to law enforcement are legislative shortcomings and the reluctance of officers to strictly enforce sea sand mining laws.

Keywords:

Enforcement, Conflict, Community, Sea Sand Mining

References

Rahardjo Satjipto, Hukum dan Masyarakat, Angkasa, Bandung, 2004.

Arif Satria, Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir, (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015), Catatan Akhir Tahun WALHI Lampung Tahun. Lampung Masih Darurat Ekologis. 2019.

Dahuri, R., J. Rais, S. P. Ginting dan D. M. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.

Danusaputro Munadjat, Hukum Lingkungan, Buku 1: Umum, Cet. Kedua, (Bandung; Binacipta, 1985)

Eksekutif Daerah WALHI Lampung, Pesisir Laut dan Pulau-Pulau Kecil Lampung, Kertas posisi isu pengelolaan wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil Lampung, (Bandar Lampung: Eksekutif Daerah WALHI Lampung).

Hardjasoemantri Koesnadi, Hukum Tata Lingkungan, Edisi VIII, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2012.

Koesnadi Hardjasoemantri, Hukum Tata Lingkungan, Edisi VIII, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2012.

Muladi dan Barda Nawawi, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Citra Aditya Bakti:Bandung, 2002.

Rahardjo Satjipto, 1983. Masalah Penegakan Hukum, (Bandung: Sinar Baru).

Satria Arif, Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir, (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015).

Soekanto Soerjono.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum.Jakarta:Rajawali Press. 2010.

Subagiyo, Aris, Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Malang: Universitas Brawijaya Press, 2017.

Akib, M. (2012). “Wewenang Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Era Otonomi Daerah”, Jurnal Media Hukum, 19 (2).

Ansori, L. (2018). “Reformasi Penegakan Hukum Perspektif Hukum Progresif”. Jurnal Yuridis, 4(2), 148-163

Anwar, M., & Shafira, M. (2020). “Harmonisasi Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Pesisir Lampung Dalam Rezim Pengelolaan Berbasis Masyarakat”, Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(2), 266-287.

Butar, F. B. (2010). “Penegakan Hukum Lingkungan Di Bidang Pertambangan”. Yuridika, 25(2), 151-168.

Dewi, A. A. I. A. A. D. (2018). “Model Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat”. Jurnal Penelitian Hukum, 18 (2), 164.

Dewi, Ni Nyoman Kartika Sari.” Tinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil”, Jurnal Ilmiah Kertha Negara 6, No. 04 (2019): 9-10.

Dumyati, A., Manalu, DK. (2015). “Analisis Penggunaan Pasir Pantai Sempur Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton”, Jurnal Fropil, Vol. 3, No.1, 2015. Jurnal Universitas Bangka Belitung. Bangka Belitung.

Eksekutif Daerah WALHI Lampung, Pesisir Laut dan Pulau-Pulau Kecil Lampung, Kertas posisi isu pengelolaan wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil Lampung, (Bandar Lampung: Eksekutif Daerah WALHI Lampung), hlm. 2.

Harahap, R. H. 2019. “Pengembangan Kapasitas Perencanaan Daerah Dalam Pengelolaan Pesisir Secara Terpadu Di Pantai Timur”, Propinsi Sumatera Utara.

Herlina, N. (2017). “Permasalahan Lingkungan Hidup Dan Penegakan Hukum Lingkungan Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 3(2), 162-176.

Kristina Söderholm et al., "Environmental Regulation and Competitiveness in the Mining Industry: Permitting Processes with Special Focus on Finland, Sweden, and Russia," Resources Policy 43 (March 1, 2015): 130–42, https://doi.org/10.1016/J.RESOURPOL.2014.11.008.

L, Ansori. (2018). “Reformasi Penegakan Hukum Perspektif Hukum Progresif”. Jurnal Yuridis, 4(2), 148-163.

Marius Dan Gavriletea, “Environmental Impacts of Sand Exploitation. Analysis of Sand Market,” Sustainability 2017, Vol. 9, Page 1118 9, no. 7 (June 26, 2017): 1118, https://doi.org/10.3390/SU9071118.

N. Chikmawati Fajri, (2019). “Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Di Indonesia Dalam Perspektif Perlindungan Hukum Bagi Hak-Hak Ekonomi Masyarakat Tradisional”, Adil: Jurnal Hukum. https://doi.org/10.33476/ajl.v4i2.808.

Nurlinda, I. (2016). “Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Dampaknya Terhadap Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia.” Bina Hukum Lingkungan, 1(1), 1-9.

Rahardjo Satjipto, 2006, “Metode Holistik, Suatu Revolusi Epistemologis”. Jurnal Hukum Progresif, Vol 2/ No. 2/Oktober 2006, Semarang, PDIH Undip.

Ruslan, I. (2018). “Dimensi Kearifan Lokal Masyarakat Lampung Sebagai Media Resolusi Konflik”, Kalam. https://doi.org/10.24042/klm.v12i1.2347.

Sembiring, T. B. (2019, October). “Problema Penegakan Hukum Lingkungan Di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat”. In Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian (Vol. 2, No. 2, pp. 1629-1634).

Shafira, M., & Anwar, M. (2019). “Pengelolaan Wilayah Pesisir Lampung Berbasis Masyarakat”.

Waluyo, A. (2014). “Permodelan Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau- Pulau Kecil Secara Terpadu Yang Berbasis Masyarakat”, (Studi Kasus di Pulau Raas Kabupaten Sumenep Madura). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 7(2), 75-85.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Perda Nomor 1 Tahun 2018 Provinsi Lampung tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Dokumen KLHS Revisi RTRW Provinsi Lampung Tahun 2009-2029 diakses pada tanggal 13 April 2021 pkl 20:30 WIB.

Pemaparan BAPPEDA Provinsi Lampung pada Workshop Forum DAS yang diselenggarakan pada 10 Desember 2019

Subagiyo, Aris, Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, Malang: Universitas Brawijaya Press, 2017.

Downloads

Download data is not yet available.
Total Abstract Views: 142 | Total Downloads: 183

Downloads

Authors

  • Bayu Sujadmiko Universitas Lampung, Indonesia
  • Refi Meidiantama WALHI Lampung, Indonesia

Published

2022-11-07

How to Cite

Sujadmiko, Bayu, and Refi Meidiantama. 2022. “Vertical Conflict on Sea Sand Mining Activities in Lampung; Law Enforcement and Sociological Approach”. Administrative and Environmental Law Review 3 (2):107-18. https://doi.org/10.25041/aelr.v3i2.2681.

Issue

Section

Articles

Author Biography

Bayu Sujadmiko, Universitas Lampung