IMPLICATIONS OF OMNIBUS LAW ON JOB CREATION TOWARDS REGULATIONS IN DECENTRALIZATION PERSPECTIVE
DOI:
https://doi.org/10.25041/cepalo.v6no2.2683Abstract
The ongoing discourse of the implementation of omnibus law in Indonesia through Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation persists. Despite the Constitutional Court's conditional ruling on its validity, the Minister of Home Affairs' Instruction Number 68 of 2021 mandates regions to comply with the Job Creation Act and adjust their regional regulations accordingly, posing a dilemma. The law encompasses diverse content, spanning eleven clusters, and impacts various provisions across different laws, necessitating adjustments in lower-tier regulations, including those at the regional level. Consequently, this deregulates numerous regional regulations as part of a delegation of norms from higher regulations, placing the responsibility on regional governments to harmonize and synchronize regional regulations to effectively implement autonomy and co-administration tasks in line with decentralization principles.
Keywords:
Decentralization, Job Creation, Omnibus LawReferences
Abdul Kholiq Azhari & Abdul Haris Suryo Negoro, 2019, Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Malang: Intrans Publishing
Ahmad Redi, 2020, Omnibus law: Metode Sakti Mengatasi Kebuntuan Praktik Berhukum, dalam Ahmad Redi & Ibnu Sina Chandranegara (ed), Omnibus law: Diskursus Pengadopsiannya ke Dalam Sistem Perundang-Undangan Nasional, Depok: Rajawali Press
Armen Yasir, 2007, Hukum Perundang-undangan, Bandar Lampung: Penerbit Unila
Black’s Law Dictionary, 2004, West Publishing Wo
Hans Kelsen, 1945, General Theory of Law and State, New York: Russell & Russell
Jimly Asshiddiqie, 2020, Omnibus law dan Penerapannya di Indonesia, Jakarta: Konstitusi Press
Malicia Evendia & Ade Arif Firmansyah, 2019, Hukum Perundang-Undangan, Bandar Lampung: Aura Publishing
Maria Farida Indrati S, 2007, Ilmu Perundang-undangan: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan, Yogyakarta: Kanisiu
Maria Farida Indrati, “Omnibus law”, UU Sapu Jagat?, Harian Kompas, 4 Januari 2020
Peter Mahmud Marzuki, 2005, Penelitian Hukum. Jakarta: Prenada Media,
Tim Penyusun. 2011. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Hubungan Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bayu Dwi Anggono, Omnibus law sebagai Teknik Pembentukan Undang-Undang: Peluang Adopsi dan Tantangannya dalam Sistem Perundang-Undangan Indonesia, Jurnal Rechtsvinding Volume 9 Nomor 1, April 2020
Dhaniswara K. Harjono, Konsep Omnibus law Ditinjau Dari Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Jurnal Hukum tora, Vol.6 No.2, Agustus 2020.
Dian Agung Wicaksono, “Quo Vadis Pendirian Mahkamah Konstitusi dalam Menguji Undang-Undang Cipta Kerja dan Implikasinya Terhadap Kegamangan Pemerintah Daerah dalam Melaksanakan Kewenangan Mengatur”, Jurnal Rechtsvinding Volume 11 Nomor 1, April 2022.
Faiz Rahman, “Anomali Penerapan Klausul Bersyarat dalam Putusan Pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar”, Jurnal Konstitusi Volume 17, Nomor 1, Maret 2020. DOI: https://doi.org/10.31078/jk1712.
Fitryantica Agnes “Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Melalui Konsep Omnibus Law,” Gema Keadilan 6, no. 3 (December 14, 2019): 300–316, https://doi.org/10.14710/GK.6.3.300-316.
Firman Freddy Busroh, Konseptualisasi Omnibus law dalam Menyelesaikan Permasalahan Regulasi Pertanahan, Jurnal Arena Hukum Vol.10 No.2, Agustus 2017.
Hario Danang Pambudhi & Ega Rammadayanti, “Menilai Kembali Politik Hukum Perlindungan Lingkungan Dalam Undang-Undang Cipta Kerja Untuk Mendukung Keberlanjutan Ekologis”, Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, Vol.7, No.2, 2021.
Henry Donald Lbn. Toruan, 2021. Pembentukan Regulasi Badan Usaha dengan Model Omnibus Law, Jurnal Hukum to-ra, Vol.3, No.1, April 2017.
Ibnu Sina Chandranegara, Kompabilitas Penggunaan Metode Omnibus dalam Pembentukan Undang-undang, Jurnal hukum Ius Quia Iustum Vol.27 Issue 2, Mei 2020.
M. Mahrus Ali, et al, “Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi yang Bersifat Konstitusional Bersyarat serta Memuat Norma Baru”, Jurnal Konstitusi, Volume 12, Nomor 3, September 2015.
Rondinelly & Nellis, Analiysing Decentralization Policies in Developing Countries: a Political-Economy Framework, Jurnal Development and Change, Volume 20, 1989.
Rudy, et al, Model Omnilaw: Solusi Pemecahan Masalah Penyederhanaan Legislasi dalam Rangka Pembangunan Hukum, Bandar Lampung: Pusaka Media.
Sekar Drupadi Muninggar, Dararida Fandra Mahira, & Linda Suci Rahayu, Konseptualisasi Omnibus law Sebagai Upaya Sinkronisasi Regulasi Pergaraman di Indonesia, Jurnal Legislatif Vol. 3 No.2, Juni 2020.
Sodikin, Paradigma Undang-Undang dengan Konsep Omnibus law Berkaitan dengan Norma Hukum yang berlaku di Indonesia, Jurnal Rechtsvinding Volume 9 Nomor 1, April 2020
Syofyan Hadi & Tomy Michael, “Implikasi Hukum Resentralisasi Kewenangan Penyelenggaraan Urusan Konkuren terhadap Keberlakuan Produk Hukum Daerah”, Jurnal Wawasan Yuridika, Vol.5 No.2, September 2021.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/149750/uu-no-11-tahun-2020.
https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/51-peraturan-pelaksanaan-uu-cipta-kerja-telah-rampung/
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright
Copyright (c) 2022 by the Auhtor(s) Published by Development Centre Research of Law and Scientific Publication on behalf of the Faculty of Law, Universitas Lampung
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





