A Human Rights Perspective on Granting Privileges to Descendants of PKI in Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v19no1.3711

Abstract

Human rights, as inherent rights granted to all individuals by virtue of their existence, are enshrined in Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights. In Indonesia, human rights remain a critical focus, particularly in addressing past gross human rights violations, which continue to be unresolved despite various regulations, including Presidential Letter Number 2 of 2023 and Presidential Decree Number 17 of 2022. These measures, aimed at non-judicial settlement of past violations, have sparked controversy, particularly regarding their compatibility with MPR Decree Number XXV/MPRS/1966. This research explores the challenges and implications of granting special rights to descendants of the PKI, raising the question of whether they are entitled to such privileges. The granting of these rights has provoked both positive and negative reactions within civil society, with the government's central policy seen as a step toward future improvements. Utilizing a normative legal research methodology, this research analyzes various sources such as books, journals, and newspapers, offering a comprehensive legal analysis. The research concludes that, under the principles of justice, benefit, and legal certainty, the Indonesian state’s provision of special rights to the descendants of the PKI is legally legitimate.

Keywords:

Human Rights, Violation Privilege, PKI

References

Agustina. Eddy, Triono. “Reconstruction of Corporate Liability Law in the Provision of Construction Services.” Journal of Law and Sustainable Development 11, No. 6 (2023). https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i6.932.

Batubara, N. “Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1926-1927.” Politeia: Jurnal Ilmu Politik 14, No. 1 (2022). https://doi.org/10.32734/politeia.v14i1.6360.

Budiharjo, Miriam. Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia, 1985.

Elviandri, Dimyati, Absori. “Quo Vadis Negara Kesejahteraan: Meneguhkan Ideologi Welfare State Negara Hukum Kesejahteraan Indonesia.” Jurnal Mimbar Hukum 31, No. 2, (2019). https://doi.org/10.22146/ jmh.32986.

Fnn. Com. “Anak Cucu PKI Dibiayai Negara. Dr. Mulyadi: Bayar THR ASN Saja Dicicil, Sok-sokan”, Available online https://fnn.co.id/post/anak-cucu-PKI-dibiayai-negara-dr-mulyadi-bayar-thr-asn-saja-dicicil-sok-sokan.

Hakim, L. Nalom, K. “Membangun Paradigma Hukum HAM Indonesia Berbasis Kewajiban Asasi Manusia.” Jurnal Konstitusi 18, No. 4 (2021). DOI: https://doi.org/10.31078/jk1847.

Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2023 Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesasian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat.

International Covenant On Civil And Political Rights Tahun 1966.

Jeddawi, M. Riani Bakri. ”Analisis Indeks Negara Hukum Indonesia.” Jurnal Palangga Praja 4, No. 2 (2022). DOI: https://doi.org/10.61076/ jpp.v4i2.3063.

Karo Karo, R. “Intepretasi Hakim Dan Rasa Keadilan Masyarakat.” Jurnal Yudisial 16, No. 3 (2023). https://doi.org/10.29123/jy.v16i3.652.

Keputusan Presiden No. 28 Tahun 1975 Tentang Perlakuan Terhadap Mereka yang Terlibat G. 30. S/PKI Golongan C.

Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022 Tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Masa Lalu

Komisiyudisial.com. ”Calon Hakim Ad Hoc MA Agus Budianto: Penegakan HAM di Indonesia Terkendala Rekomendasi Komnas HAM Yang Jarang Ditindaklanjuti”, Available online https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/15673/calon-hakim-ad-hoc-ham-ma-agus-budianto-penegakan-ham-di-indonesia-terkendala-rekomendasi-komnas-ham-yang-jarang-ditindaklanjuti%2024%20juli%202024%2014.12.

KomnasHAM.com. “Jadi Perbincangan Nasional, Pelanggaran HAM yang Berat Prioritas Bagi KomnasHAM”, Available online https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2023/9/29/2419/jadi-perbincangan-nasional-pelanggaran-ham-yang-berat-prioritas-bagi-komnas-ham.html.

Kompas.com. “Jaksa Agung: Peristiwa Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat”, Available online https://nasional.kompas.com/read/ 2020/01/16/14240401/jaksa-agung-peristiwa-semanggi-i-dan-ii-bukan-pelanggaran-ham-berat.

Kompas.com. “Ketakutan Masyarakat pada Komunisme yang Dibuat Orde Baru Menjadi Salah Satu Kesulitan Penyelesaian Tragedi 1965”, Available online https://nasional.kompas.com/read/2021/10/01/19145761/ketakutan-masyarakat-pada-komunisme-yang-dibuat-orde-baru-menjadi-salah-satu.

Kompas.com. “Mengapa Komunisme Dilarang di Indonesia”, Available online https://nasional.kompas.com/read/2022/03/12/00000071/mengapa-komunisme-dilarang-di-indonesia-?page=all.

Kompas.com. “Penyelesaian Non-yudisial Kasus HAM Berat Berisiko Meniadakan Proses Yudisial”. 22 Agustus 202. https://www.kompas.id/baca/polhuk/2022/08/20/penyelesaian-non-yudisial-kasus-ham-berat berisiko?status=sukses_login&login=1738742662257&open_from=header_button&loc=header_button.

Mohon, H. “Penegakan Hukum Di Indonesia Menurut Aspek Kepastian Hukum, Keadilan Dan Kemanfaatan.” Jurnal Warta 13, No. 1 (2019). DOI: https://doi.org/10.46576/wdw.v0i59.349.

Munif Ashri, A., Syahwal. “Potret Hukum Diksriminatif Orde Baru: Tinjuan Hukum Dan Politik Atas Diskriminasi Terhadap Eks Tahanan Politik PKI.” Jurnal Poros Hukum Padjadjaran 4, No. 2 (2023). https://doi.org/10.23920/jphp.v4i2.1070.

La Batia, Hatama. Dwiki P, Anwar. “Perkembangan Komunisme Di Indonesia Tahun 1914-1927.” Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO (JPPS-UHO) 7, No. 1 (2022): 61-70. DOI: https://doi.org/10.36709/jpps.v7i1.24.

Nisvi, D. S., et. al. ”Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Penghapusan Klausul Keturunan PKI Sebagai Syarat Masuk TNI.” Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial 2, No. 1 (2022). https://doi.org/10.15642/sosyus.v2i1.150.

Nurhayati, Nunik. “Quo Vadis Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Melalui Jalur Non Yudisial.” Jurnal Jurisprudence 6, No. 2 (2016): 151. DOI: https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v6i2.3012.

Nurdin, Nurilah., et. al. Ham, Gender Dan Demokrasi (sebuah Tinjuan Teoritis dan Praktis). Purbalingga: CV Sketsa Media, 2022.

Nurhidayat, I. “Prinsi-Prinsip Good Governance Di Indonesia.” Journal Education and Government Wiyata 1, No. 1 (2023). https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-gov/article/view/5.

Pratama, R. Wicipto Setiadi. “Kedudukan Ketetapan MPR Dalam Hierarki Peraturan perundang-Undangan Indonesia.” Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 8, No. 3 (2021). DOI: http://dx.doi.org/ 10.31604/justitia.v8i3.309-322.

Rahman L, Alfian, Anam Syaiful, Rahman L. “Gagalnya Gerakan 30 September 1965 Dan Dampak Terhadap Keberadaan Partai Komunis Indonesia.” Jurnal Sejarah Islam 3, No. 1 (2024): 94. DOI: https://doi.org/10.24090/jsij.v3i1.8788.

Rossa, John. Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September Dan Kudeta Soeharto. Jakarta: Institut Sejarah Sosial dan Hasta Mitra, 2008.

Sarja. Negara Hukum Teori dan Praktek. Yogyakarta: Thafa Media, 2016.

Soedarmo, Runalan. Ginanjar. “Perkembangan Politik Partai Komunis Indonesia (1948-1965).” Jurnal Artefak 2, No. 2 (2014). http://dx.doi.org/10.25157/ja.v2i2.1061.

Sumawiharja, Farhan Arif. “Pertanggungjawaban Negara Terhadap Eksil 1965 Pasca Orde Baru, Studi Viktimologi.” Jurnal Keamanan Nasional 10, No. 1 (2024): 29. DOI: https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/kamnas/article/view/902.

Suparjan, Edy. “Peristiwa G 30 S sebagai Isu Kontroversial pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Kota Bima.“ Jurnal Pendidikan Sejarah PPS 5, No. 1 (2016). https://doi.org/10.21009/JPS.051.05.

TAP MPR NOMOR XXV/MPRS/1966 TAHUN 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia. Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.

The Universal Declaration of Human Rights (UDHR).

Undang-Undang Dasar 1945 Perubahan Kedua.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Wajdi, F., Imran, I. “Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dan Tanggung Jawab Jawab Negara Terhadap Korban.” Jurnal Yudisial 14, No. 2 (2021). https://doi.org/10.29123/jy.v14i2.445.

Wardaya, Manunggal K. “Keadilan Bagi Yang Berbeda Paham: Rekonsiliasi Dan Keadilan bagi Korban Tragedi 1965.” Jurnal Universitas Gadjah Mada 22, No. 1 (2010) https://jurnal.ugm.ac.id/jmh/article/view/ 16211/10757.

Yudhanti, R. Inggal Ayu. “Kemanfaatan Hukum Jeremy Bentham Relevansinya dengan Kebijakan Pemerintah melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.” Sultan Jurisprudance: Jurnal Riset Ilmu Hukum 3, No. 2 (2023). DOI: http://dx.doi.org/10.51825/sjp.v3i2.

Downloads

Download data is not yet available.
Total Abstract Views: 173 | Total Downloads: 219

Downloads

Authors

  • Susi Susantijo Universitas Pelita Harapan, Indonesia

Published

2025-02-14

How to Cite

Susantijo, Susi. 2025. “A Human Rights Perspective on Granting Privileges to Descendants of PKI in Indonesia”. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum 19 (1):1-20. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v19no1.3711.

Issue

Section

Articles