Comparative Study Between Justice Collaborator And Whistleblower In Criminal Actions Of Corruption

DOI:

https://doi.org/10.25041/corruptio.v1i2.2099

Abstract

The Whistleblower and Justice Collaborator play a role in facilitating the disclosure of criminal acts of corruption, because none other than people involved in institutions suspected of corrupt practices and in other words the witness's information is key for disclosure of a case of corruption. The problem in this study is whether the similarities and differences between justice collaborator and whistleblowers in corruption, and how is the legal protection between justice collaborator and whistleblower in criminal acts of corruption. This research uses normative juridical and juridical empirical research methods with qualitative data analysis. The data sources used in this study are primary, secondary, and tertiary legal materials. The results showed that whistleblower equations and justice collaborator were in 3 (three) categories, namely vision and mission in uncovering criminal acts of corruption, guarantee of protection in the form of physical, psychological and legal protection, and awards where whistleblowers and justice collaborators cannot be prosecuted criminal and civil and given sentence relief. In addition to these equations, there are also differences between whistleblowers and justice collaborator divided into 4 (four) categories, namely subject, motivation, guarantee of protection, and procedural law. The protection between justice collaborator and whistleblower in corruption namely legal protection in the form of keeping the identity of the witness confidential and then provides security for witnesses in the trial process by providing physical, psychological, and legal protection.

Keywords:

Whistleblower, Justice Collaborator, Corruption

References

Halim, 2004, Pemberantasan Korupsi, Jakarta: Rajawali Press.

Hamzah, Andi. Korupsi di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Prodjodikoro, Wirjono. Tindak-Tindak Pidana Tertentu di Indonesia, Jakarta- Bandung: Eresco.

Wijaya, Firman. 2012, Whistle Blower dan Justice Colaborator dalam Perspektif Hukum, Jakarta: Penaku.

Airlangga, Shandi Patria. “HAKIKAT PENGUASA DALAM NEGARA HUKUM DEMOKRATIS THE NATURE OF THE AUTHORITIES IN A DEMOCRATIC RULE OF LAW.” Cepalo, 2019. https://doi.org/10.25041/cepalo.v3no1.1783.

Ahmad Yunus, "Penetapan Pelaku Tindak Pidana Korupsi Sebagai Justice Collaborator." Simbur Cahaya,” accessed October 16, 2020, http://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/simburcahaya/article/view/54/54. hlm 4762.

Eko Soponyono, Pujiyono, "Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Terhadap ‘Justice Collaborator’ Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia." Diponegoro Law Journal, Vol. 1 No. 4, 2020: 1-11, https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/288/291.

Fitriani, Nur. “TINJAUAN YURIDIS KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI ANAK DALAM PERSIDANGAN PERKARA PIDANA JURIDICAL REVIEW OF THE POWER OF EVIDANCE OF CHILDREN’S WITNESS EVENTS IN CRIMINAL TRIALS.” JURNAL LEGALITAS. Vol. 12, January 3, 2019. http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JL/article/view/5416.

Gunawan, Yopi, and Universitas Singaperbangsa Karawang. “PERAN DAN PERLINDUNGAN WHISTLEBLOWER (PARA PENGUNGKAP FAKTA) DALAM RANGKA MEMBERANTAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA.” Law Review. Vol. XVIII, May 18, 2019. https://ojs.uph.edu/index.php/LR/article/view/1201.

Indriana, Yayan. “Pengembalian Ganti Rugi Keuangan Negara Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi.” Cepalo 2, no. 2 (September 12, 2019). https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/cepalo/article/view/1769.

Moejijat, "Kesesuaian Upaya Pembuktian Jaksa Penuntut Umum Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berdasarkan Alat - Alat Buktiyang Sah Dengan Ketentuan Pasal 184 Kuhap (Studi Putusan Nomor: 171/PID.B/2012/PN.Mgt)." Verstek, accessed October 16, 2020, https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/view/39115/25801https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/view/39115/25801.

Muhammad, Rusli. “Pengaturan Dan Urgensi Whistle Blower Dan Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM. Vol. 22, 2015. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/5117.

Mulyadi, Lilik. “Perlindungan Hukum Whistle-Blower Dan Justice Collaborator Dalam Upaya Penanggulangan Organized Crime Di Indonesia Masa Mendatang.” PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) 1, no. 3 (2014): 578–97. https://doi.org/10.22304/pjih.v1n3.a9.

Airlangga, Shandi Patria. “HAKIKAT PENGUASA DALAM NEGARA HUKUM DEMOKRATIS THE NATURE OF THE AUTHORITIES IN A DEMOCRATIC RULE OF LAW.” Cepalo, 2019. https://doi.org/10.25041/cepalo.v3no1.1783.

Ahmad Yunus, "Penetapan Pelaku Tindak Pidana Korupsi Sebagai Justice Collaborator." Simbur Cahaya,” accessed October 16, 2020, http://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/simburcahaya/article/view/54/54. hlm 4762.

Eko Soponyono, Pujiyono, "Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Terhadap ‘Justice Collaborator’ Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia." Diponegoro Law Journal, Vol. 1 No. 4, 2020: 1-11, https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/288/291.

Fitriani, Nur. “TINJAUAN YURIDIS KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI ANAK DALAM PERSIDANGAN PERKARA PIDANA JURIDICAL REVIEW OF THE POWER OF EVIDANCE OF CHILDREN’S WITNESS EVENTS IN CRIMINAL TRIALS.” JURNAL LEGALITAS. Vol. 12, January 3, 2019. http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JL/article/view/5416.

Gunawan, Yopi, and Universitas Singaperbangsa Karawang. “PERAN DAN PERLINDUNGAN WHISTLEBLOWER (PARA PENGUNGKAP FAKTA) DALAM RANGKA MEMBERANTAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA.” Law Review. Vol. XVIII, May 18, 2019. https://ojs.uph.edu/index.php/LR/article/view/1201.

Indriana, Yayan. “Pengembalian Ganti Rugi Keuangan Negara Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi.” Cepalo 2, no. 2 (September 12, 2019). https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/cepalo/article/view/1769.

Moejijat, "Kesesuaian Upaya Pembuktian Jaksa Penuntut Umum Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berdasarkan Alat - Alat Buktiyang Sah Dengan Ketentuan Pasal 184 Kuhap (Studi Putusan Nomor: 171/PID.B/2012/PN.Mgt)." Verstek, accessed October 16, 2020, https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/view/39115/25801https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/view/39115/25801.

Muhammad, Rusli. “Pengaturan Dan Urgensi Whistle Blower Dan Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM. Vol. 22, 2015. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/5117.

Mulyadi, Lilik. “Perlindungan Hukum Whistle-Blower Dan Justice Collaborator Dalam Upaya Penanggulangan Organized Crime Di Indonesia Masa Mendatang.” PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) 1, no. 3 (2014): 578–97. https://doi.org/10.22304/pjih.v1n3.a9.

Oktava, M Saoki. “EKSISTENSI KETETAPAN MPR/S DALAM HIERARKI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA THE EXISTENCE OF MPR/S PROVISION IN HIERARCHY OF LAWS AND REGULATIONS IN INDONESIA.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan. Vol. 5, April 27, 2004. http://jurnalius.ac.id/ojs/index.php/jurnalIUS/article/view/434.

Pertiwi, Esti Kanti, and Noor Rahmad. “TINJAUAN NORMA HUKUM JUSTICE COLLABORATOR DAN WHISTLEBLOWER PADA TINDAK PIDANA KORUPSI.” Perspektif. Vol. 25, May 29, 2020. https://www.

Rumambi, Deyv Ch. “KORUPSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI NEGARA.” LEX ET SOCIETATIS. Vol. 2, August 15, 2014. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/5396.

Sukino, “PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNA ANGGARAN TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI DANA BANTUAN SOSIAL (STUDI PUTUSAN MA.NO. 995 K/PID.SUS/2017),” Ensiklopedia of Journal 1, no. 4, July 8, 2019: 91-96, http://jurnal.ensiklopediaku.org.

Suratno, “PERLINDUNGAN HUKUM SAKSI DAN KORBAN SEBAGAI WHISTLEBLOWER DAN JUSTICE COLLABORATORS PADA PENGUNGKAPAN KASUS KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN,” Jurnal Pembaharuan Hukum, vol. IV, 2017, http://www.mahfud.

Serikat, Di Amerika. “Urgensi Plea Bargaining System Dalam Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia: Studi Perbandingan Plea Bargaining System.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 27, no. 2020 (August 25, 2020): 388–409. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss2.art9.

Syafruddin, Nixson, Kalo Tan Kamello, and Mahmud Mulyadi. “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WHISTLEBLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.” USU Law Journal. Vol. II, 2013.

Ni Luh Made Dwi Pusparini, et al. "Urgensi Saksi Pelaku Yang Bekerjasama (Justice Collaborator) Dalam Tindak Pidana Korupsi,”Jurnal Interpretasi Hukum, Vol. 1., No. 1, 2020: 179-185. https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/juinhum/article/view/2207/1606.

Oktava, M Saoki. “EKSISTENSI KETETAPAN MPR/S DALAM HIERARKI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA THE EXISTENCE OF MPR/S PROVISION IN HIERARCHY OF LAWS AND REGULATIONS IN INDONESIA.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan. Vol. 5, April 27, 2004. http://jurnalius.ac.id/ojs/index.php/jurnalIUS/article/view/434.

Pertiwi, Esti Kanti, and Noor Rahmad. “TINJAUAN NORMA HUKUM JUSTICE COLLABORATOR DAN WHISTLEBLOWER PADA TINDAK PIDANA KORUPSI.” Perspektif. Vol. 25, May 29, 2020. https://www.

Rumambi, Deyv Ch. “KORUPSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI NEGARA.” LEX ET SOCIETATIS. Vol. 2, August 15, 2014. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/5396.

Sukino, “PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNA ANGGARAN TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI DANA BANTUAN SOSIAL (STUDI PUTUSAN MA.NO. 995 K/PID.SUS/2017),” Ensiklopedia of Journal 1, no. 4, July 8, 2019: 91-96, http://jurnal.ensiklopediaku.org.

Suratno, “PERLINDUNGAN HUKUM SAKSI DAN KORBAN SEBAGAI WHISTLEBLOWER DAN JUSTICE COLLABORATORS PADA PENGUNGKAPAN KASUS KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN,” Jurnal Pembaharuan Hukum, vol. IV, 2017, http://www.mahfud.

Serikat, Di Amerika. “Urgensi Plea Bargaining System Dalam Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia: Studi Perbandingan Plea Bargaining System.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 27, no. 2020 (August 25, 2020): 388–409. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss2.art9.

Syafruddin, Nixson, Kalo Tan Kamello, and Mahmud Mulyadi. “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WHISTLEBLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.” USU Law Journal. Vol. II, 2013.

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/

Peraturan Bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia Tahun 2011 tentang Perlindungan Bagi Pelapor, Saksi Pelapor dan Saksi Pelaku yang Bekerjasama.

Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan bagi Whistleblower dan Justice Collaborator di dalam perkara tindak pidana tertentu.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi/

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban/

Undang-Undang Nomor 7 tahun 2006 tentang Ratifikasi Konvensi PBB Anti Korupsi Tahun 2003.

Bambang Irawan, Jaksa Pratama Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung. Lampung, 12 Oktober 2018, pukul 09.30 WIB.

http://repository.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/1024/bab12.pdf?sequence=3, diunduh pada hari Selasa, 16 Oktober 2018 Pukul 14.00 WIB

Downloads

Download data is not yet available.
Total Abstract Views: 37 | Total Downloads: 14

Authors

  • Laura Naomi Rotua Gultom Universitas Lampung, Indonesia

Published

2020-11-10

Issue

Section

Articles