Faktor-Faktor Kejahatan Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Oleh Anak Terhadap Anak

DOI:

https://doi.org/10.25041/ip.v1i2.2065

Abstract

Kejahatan pembunuhan berencana oleh anak yang masih di bawah umur terhadap teman sebayanya sendiri merupakan suatu hal yang sangat kejam. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menjadi penyebab dan bagaimana upaya penanggulangan terhadap kejahatan pembunuhan berencana dengan pelaku dan korban anak. Metode yang digunakan di dalam memecahkan permasalahan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan secara Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dianalisis (1) Faktor penyebab terjadinya kejahatan pembunuhan berencana dengan pelaku dan korban anak yaitu: Rendahnya tingkat pendidikan dan nilai-nilai spiritual, Lingkungan yang tidak bersahabat (Keluarga, Sekolah dan Masyarakat), Perkembangan teknologi yang sangat pesat, Kemampuan ekonomi yang rendah. (2) Upaya dalam menanggulangi kejahatan pembunuhan berencana dengan pelaku dan korban anak yaitu upaya preventif: melakukan razia berupa senjata tajam, pengecekan identitas di tempat hiburan malam, melakukan penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah serta penyuluhan hukum berupa dialog interaktif melalui media elektronik radio dan upaya represif: menitikberatkan pada proses peradilan sesuai dengan ketentuan yang tertera di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Saran dalam penelitian ini adalah, diharapkan Hakim dalam memutuskan perkara anak pelaku kejahatan pembunuhan tidak semata-mata menggunakan sarana pemidanaan. Hakim harus mengutamakan perlindungan anak dan harus lebih bijaksana melihat keterlibatan anak, apakah anak sebagai pelaku atau ikut serta, sehingga diharapkan hakim dapat memberikan sarana diluar pemidanaan terhadap anak pelaku kejahatan pembunuhan, sebaiknya penegak hukum dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap anak pelaku kejahatan pembunuhan berencana harus saling berkoordinasi dan lebih mengutamakan hak-hak anak. Aparat penegak hukum harus memberikan rasa nyaman kepada anak pelaku tindak pidana, agar dapat memperbaiki kepribadian anak dimasa yang akan datang, dioptimalkan lagi penyuluhan dan sosialisasi oleh perangkat daerah dan kota ke sekolah-sekolah dan desa-desa agar dapat menambah pengetahuan warga masyarakat terkait dampak dari melakukan suatu tindak pidana.

Keywords:

Kejahatan, Pembunuhan Berencana, Pelaku Korban Anak

References

Alam, A. S., S.H., M.H dan Ilyas, Amir. S.H., M.H. 2018. Kriminologi Suatu Pengantar, Jakarta: Kencana.

Arief, Barda Nawawi. 2008. Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan, Jakarta: Kencana.

Arief, Barda Nawawi. 2008. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Jakarta: Kencana.

Djamali, R. Abdoel. 2019. Pengantar Hukum Indonesia, Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Hagan, Frank E. 2013. Pengantar Kriminologi, Jakarta: Kencana.

Mustofa, Muhammad. 2013. Metodologi Penelitian Kriminologi. Jakarta: Kencana.

Wiyoni R. 2018. Sistem Peradilan Pidana Anak, Jakarta: Sinar Grafika.

Santoso, Topo dan Zulva, Eva Achjani. 2011. Kriminologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ardian Fikri, "Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak." Jurnal Abdi Ilmu, Vol. 1 No. 1, Juni 2018: 158-168, http://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/abdiilmu/article/view/388.

Ayu, Gusti, Novira Santi, Ni Putu, Rai Yuliartini, Dewa Gede, and Sudika Mangku. Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Di Kabupaten Buleleng,” Jurnal Komunitas Yustitia, vol. 2, No. 1, February 28, 2019: 1-11, https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jatayu/article/view/23924.

Buluran, Jesica Ribka. Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Kejahatan Mutilasi Menurut Pasal 340 Kuhp,” LEX ET SOCIETATIS, vol. 5, No. 7, December 5, 2017:127-133, https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/18098.

Djesi Ariani, "Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Oleh Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 16/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Cbn)." Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat, Vol. 19, No. 2, 2020: 114-136, https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/jhk/article/view/2334/1571.

Hardiyanto, Sigit, Elfi Syahri Romadhona, “Remaja Dan Perilaku Menyimpang (Studi Kasus Remaja Di Kota Padangsidimpuan).” Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 2, March 13, 2018: 23-32, http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/interaksi/article/view/1785.

Intan, Eka, Putri Lembaga, Konsultan Bantuan, and Hukum Intan. “Begal Anak; Pemenuhan Hak Dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II A Bandar Lampung Fulfillment Of The Rights Of The Child In The Class Ii Special Child Coaching Institution In Bandar Lampung.” Cepalo, Vol. 2, no. 2, September 12, 2018: 45–84. https://doi.org/10.25041/cepalo.v2no2.1764.

Shofwatal Qolbiyyah, "Kenakalan Remaja (Analisis Tentang Faktor Penyebab Dan ‎Solusinya Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam)‎." Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial Dan Budaya, Vol. 2, No. 1, Januari-Juni 2017:493-512, http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/sumbula/article/view/2984.

Maftukh Alifah, Arinal, Nanik Prihartanti, dan Imron Rosyidi,. “Dinamika Psikologis Narapidana Anak Pelaku Pembunuhan: Studi Kasus Di Lapas Anak Kutoarjo.” Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, Vol. 13, no. 2, October 12, 2016: 9-18, http://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/2600.

Mandagie, Anselmus S. J. “Proses Hukum Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.” LEX CRIMEN. Vol. 9, May 18, 2020: 53-62, https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/28552.

Maharani, "Manusia Sebagai Homo Economicus: Refleksi Atas Kasus-Kasus Kejahatan Di Indonesia." Jurnal Filsafat, Vol. 26, No. 1, Februari 2016: 31-52, https://dev.jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/12624/9083.

Mayo, Elton “Kajian Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dilakukan Oleh Anak,” Diponegoro Law Journal, vol. 3, No. 2, April 1, 2014: 1-12, http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/dlr.

Nugraha, Agus Bambang. “Pembunuhan Berencana Oleh Anak Di Bawah Umur.” JGK (Jurnal Guru Kita) 3, no. 2 (March 20, 2019): 144–57. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jgkp/article/view/14781.

Rismawati, Shinta Dewi. “Karakteristik Kejahatan Pembunuhan Dalam Konstalasi Relasi Gender.” JURNAL PENELITIAN. Vol. 5, May 21, 2013: 1-11, https://doi.org/10.28918/JUPE.V5I1.237.

Syarifudin, Akhmad. “Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.” Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum. Vol. 25, July 29, 2019: 1-5, http://www.riset.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/4210.

Syamsiar Arief, "Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Oleh Anak,” Petitum, Vol. 4, No. 1 (1 April 2016): 65-72, https://uit.e-journal.id/JPetitum/article/view/451/322.

Undang-Undang Dasar 1945.

Undang-Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak Yang Belum 12 (dua belas) Tahun 2015.

Downloads

Download data is not yet available.
Total Abstract Views: 257 | Total Downloads: 41

Downloads

Authors

  • Yogi Aranda Jaksa

Published

2020-10-08

Issue

Section

Artikel